Pages - Menu

Kamis, 02 Januari 2014

DAPATKAH KEBIJAKAN MEMBUAT UNIT INDIGO DI JAJARAN TNI AD MENJADI RASIONAL?



Kebijakan adalah suatu keputusan atau ketetapan yang diambil berdasarkan pertimbangan para pemimpin atau komandan atau staf pimpinan (pada level tertentu) ketika menentukan sesuatu hal yang harus dilaksanakan. Secara umum kebijakan seorang pemimpin selalu dipengaruhi oleh pengalaman pribadinya atau usul/saranorang lain, yang tentunya didasarkan pada kejadian dan pengalaman si pemberi usul atau saran tersebut.

Itulah sebabnya penulis juga berkeinginan untuk memberikan saran kepada pimpinan TNI khususnya TNI AD dengan harapan kiranya usul atau saran penulis dapat dijadikan pertimbangan dalam membuat suatu kebijakan demi mempercepat keberhasilan satuan dalam melaksanakan tugas pokok dilapangan khususnya pada saat melaksanakan tugas operasi.

Usul dan saran penulis ini disampaikanatas dasar pengalaman pribadi setelah berdinas kurang lebih 19 tahun di satuan jajaran TNI AD. Selain itu, penulis juga menghimpun keketerangan-keterangan tambahan lainnya yang merupakan fakta-fakta pendukung kemudian penulis olah dengan membandingkannya melalui riset kepustakaan dan faktual dari seluruh kejadian yang pernah terjadi.

Untuk menuangkan saran yang akan disampaikan, penulis menggunakan tulisan dalam bentuk essay agardapat mengemukakan gagasan dengan luas dan bebas tetapi mengandung pemaknaan dan maksud tulisan yang dapat dimengerti oleh pembaca, dimana tulisan ini berisikan tentang saran pemanfaatan kemampuan individu/pribadi yang mempunyai keunggulan intuisi atau yang biasa kita kenal dengan istilah indera ke-6 atau menurut bahasa akademis dengan sebutan indigo.

Mengapa hal ini penting bagi penulis untuk dibicarakan? Karena penulis ingin kita yang akan menjadi pemenang dalam setiap penugasan,pertempuran atau perang sekalipun. Dimana perang zaman sekarang bukan perang pada saat raja-raja kita berperang,bukan perang pada saat kakek atau bapak-bapak kita berperang tetapi perang jaman kita saat ini dan jauh kedepan,kitalah yang harus jadi pemenang.

Tulisan ini berisi saran tetapi pada judul diatas yaitu : “DAPATKAH KEBIJAKAN MEMBUAT UNIT INDIGO DI JAJARAN TNI AD MENJADI RASIONAL?” adalah sebuah pertanyaan. Pertanyaan yang sengaja penulis munculkan untuk mewakili pertanyaan para pembaca yang budiman ketika terbersit kata indigo dan menyimpulkan bahwa tema yang penulis angkat adalah tema tentang hal-hal yang berhubungan dengan “dunia” supranatural yang tidak bisa diterima akal sehat sehingga kemudian saran ini menjadi “mentah” tanpa diolah dulu. Pertanyaan ini diharapkan membuat para pembaca yang rasional memberikan waktunya kepada penulis untuk menjelaskan secara singkat dan lugas tentang  kemampuan individu/pribadi yang mempunyai keunggulan intuisi/kaum indigo.



Tentang Indigo
Untuk lebih memahami tentang indera ke-6 atau indigo, penulis mengungkap beberapa definisi ilmiah yang berkaitan dengan kedua sebutan diatas:
1) Indigo berasal dari bahasa spanyol yang artinya warna nila, warna ini merupakan kombinasi warna biru dengan warna ungu (Dr TB Erwin Kusuma,SpKJ).Menurut Dr erwin bahwa seseorang dikatakan indigo apabila mempunyai indera ke -6, IQ nya diatas rata-rata dan bijaksana.
2) Indigo adalah sekelompok individu yang memilki pintu-pintu khusus dalam tubuhnya untuk keluar masuknya energi(Nancy tappe 1982) pintu-pintu itu berada di puncak kepala,ajna(diantara dua alis),tenggorokan,jantung,pusar,tulang pelvis,tulang ekor.
3) Indigo adalah individu yang dapat menunjukan seperangkat atribut psikologis baru dan luar biasa serta menunjukan sebuah pola prilaku yang pada umumnya tidak didokumentasikan sebelumnya (hendynoize 2009).

Dari beberapa definisi yang diberikan diatas, dapat disimpulkan bahwa indigo atau kaum indigo adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan seseorang yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasadan bahkan supranatural.

Kaum indigo merupakan fenomena yang sudah dimiliki manusia sejak zaman dahulu. Mungkin saja ketika itu kemampuan ini dianggap sebagai suatu kekuatan ruh atau kekuatan gaib. Tetapi sejak tahun 1960-an kemampuan kaum indigo-pun mulai diteliti secara ilmiah. Penelitian semi ilmiah dilakukan oleh Nancy Ann Tappe, yang juga seorang indigo. Hasil penelitian kemuadian dibuat dalam bentuk buku dan juga sudah muncul beberapa film yang bertemakan Indigo.

Beberapa ciri indigo / kaum indigo adalah:
1)Empatik, penuh rasa ingin tahu, berkeinginan kuat, independen, dan sering dianggap aneh oleh teman dan keluarga.
2)Mengenal dirinya dan memiliki tujuan yang jelas
3)Memiliki spiritualitas di bawah sadar yang kuat semenjak kecil
4)Meyakini bahwa dirinya layak untuk berada di dunia.
5)Memiliki IQ yang tinggi, mempunyai kemampuan intuitif.
6)Sering menolak mengikuti aturan atau petunjuk.

Sementara itu, banyak sekali kejadian di dunia yang terjadi dan berhubungan dengan kaum indigo atau kemampuannya. Kehadiran orang Indigo di bumi diyakini sejak manusia pertama muncul, ini berarti semua manusia keturunan orang Indigo.

Di masa awal kehidupan pra sejarah manusia hanya mengandalkan kemampuan yang ada pada dirinya untuk menghadapi kekerasan alam. Karena ilmu pengetahuan dan teknologi belum berkembang pesat seperti sekarang, satu-satunya cara mempertahankan diri untuk menjaga kelangsungan hidup di bumi adalah dengan menggunakan secara optimal semua anggota tubuh yang ada.Sehingga kemampuan manusia tumbuh maksimal secara alami



Berikut beberapa informasi atau kisah nyata yang penulis berikan sebagai contoh perilaku indigo diantaranya adalah :

1) Di negara Latvia terdapat gadis kecil yang cantik ia suka menceritakan pemandangan dalam perjalananya ditengah malam, ketika ia berusia 5 tahun ayahnya terheran-heran saat mengetahui anaknya menjelaskan tentang alam semesta, meskipun ada sedikit ketidakpercayaanya pada cerita anaknya, namun ketika suatu ketika ia memperbaiki kendaraanya ia selalu mendapat petunjuk dari anak gadis kecilnya tentang bagian kendaraan yang rusak yang harus diperbaikinya itu,kemudian ia bongkar dan mulai untuk memperbaikinya dan ternyata setelah diperbaiki mobil bisa hidup dan bisa digunakan kembali.

2) Disebuah daerah di Rusia seorang anak yang bernama Boriska pada saat usianya berumur 3 tahun ia sudah bisa menyebutkan nama-nama planet dalam sistem Tata Surya, dapat mengetahui perbuatan-perbuatan orang dewasa yang ditemuinya di jalanan bahkan menegurnya untuk menjauhi perbuatan-perbuatan negatif misalnya memakai narkoba atau bahkan jangan terlalu banyak membohongi istri bahkan lebih jauh Bocah Boriska dapat mengetahui wabah penyakit yang akan datang di daerahnya dan menyampaikan kepada masyarakatnya untuk selalu berhati-hati.

3)  Seorang anak disebuah desa kecil di pinggiran kota Sumedang Jawa Barat berusia 10 tahun bernama Iwan mempunyai instuisi yang sangat kuat untuk memprediksi suatu kejadian yang akan menimpa dirinya. Satu saat ketika sedang berjalan dibawah pohon besar, tiba-tiba saja perasaannya(intuisi) mengatakan adanya ancaman/bahaya pohon besar yang akan menimpa dan membayakan dirinya ,diam-diam ia lihat pohon yang akan jatuh itu dan kemudian berkata dalam hatinya “oh itu pohon yang akan jatuh” kemudian dia berlari sekencang-kencangnya untuk menghindari pohon tersebut, setelah ia sudah tidak berada dekat dengan pohon itu,pohon besar itupun tumbang dan Iwan bebas dari bahaya.

Ketika Iwan menginjak remaja kemampuannya semakin meningkat. Bahkan dalam alam bawah sadarnya, Iwan bisa memvisualisasikan kejadian yang sudah berlalu. Satu ketika dompetnya hilang tanpa ia sadari, sebelum Iwan menyadari bahwa dompetnya hilang, alam bawah sadarnya sudah dapat“melihat”si pencuri yang sedang beraksi mengambil dompet miliknya, kemudian si pencuri menyimpan dompet tersebut di suatu tempat. Kronologis kejadian mulai dari dompetnya diambil sampai dengan penyimpananya terekam jelas dalam memorinya seolah tidak terhalang oleh ruang dan waktu sehingga tanpa ada kesulitan Iwan dapat mengambil kembali dompetnya yang dicuri tadi.

Setelah beranjak dewasa, Iwan jadi pengabdi negara sebagai prajurit TNI AD. Menjadi anggota TNI AD, Iwan diberikan kesempatan untuk bertugas di daerah konflik (pada waktu itu) di Timor timur tahun 1997. Ketika itu dia bertugas sebagai seorang staf komandan di salah satu pasukan Kostrad.

Pada satu kejadian Iwan dan anakbuahnya berhasil lolos dari ancaman penghadangan oleh pihak musuh di daerah Vinilale wilayah timtim karena ada sesuatu hal yang ditunjukanya untuk tidak bisa melanjutkan gerakan bagi pasukanya dalam waktu beberapa saat. ternyata saat itulah(waktu) dipergunakan oleh satuan lain bergerak ditempat yang sama sehingga satuan tersebut yang terkena penghadangan dan terdapat beberapa korban luka.

Kemudian pada saat bertugas di Aceh tahun 2001 Iwan selalu terbebas dari penghadangan GAM (kelompok separatis ketika itu) dan bahkan dapat balik menyerang pihak GAM. Iwan selalu menjadi “pemenang” dalam pertempuran,kunci keberhasilannya adalah karena Iwan selalu dapat mengetahui(atas ijin Allah)kejadian yang akan terjadi, ia selalu bisa memprediksi kejadian apabila pasukannya akan dihadangdan kemudian menginformasikannya kepada anggotanya bahwa “di ketinggiantertentu kita akan dihadang sehingga kita waspada sampai penghadangan itu kita hadapi”

Demikianlah kejadian seperti itu banyak terjadi selama penugasan Iwan di daerah operasi TNI AD baik sebagai komandan atau sebagai staf yang kalau kemudian diceritakan menjadi sesuatu yang tidak terjangkau oleh nalar atau akal sehat kita termasuk iwan.

Penulis meyakini tentunya masih banyak contoh kemampuan supranatural yang dimiliki oleh anggota TNI AD, yang mungkin lebih hebat dan dasyat penalarannya terhadap suatu kejadian yang akan menimpadirinya,keluarganya, satuannya atau bahkan negaranya.


Apakah Rasional?
Lalu apakah rasional? Apakah sesuatu akan memalukan jika ada kebijakan yang tidak rasional akan diterapkan berbarengan dengan kebijakan yang nalar? Apakah tidak salah jika kebijakan atau keputusan pimpinan diambil berdasarkan intuisi?.

Mari kita lihat beberapa contoh kejadian seperti ini :  Suatu ketika Jenderal Sudirman berjalan melalui jalan kampung saat memasuki daerah perkampungan di daerah Sleman Jogjakarta, tiba-tiba saja beliau memerintahkan anak buahnya kembali masuk ke hutan. Anak buah Jenderal Sudirman tetap melaksanakan perintahnya walaupun mereka tidak memahami maksudnya. Ternyata pasukan Belanda juga sedang patroli di daerah itu. Saat itu pasukan Belanda sudah mencium keberadaan Jenderal Sudirman. Pasukan Indonesia sudah dikepung oleh kekuatan bersenjata Belanda tetapi beliau meminta pasukannya untuk bersabar dan menunggu. Akhirnya pasukan Indonesia terbebas karena adanya hujan yang tiba-tiba turun ditempat beliau berada? Apakah itu secara kebetulan?

Lalu seorang Hitler yang banyak terbebas dari percobaan pembunuhan terhadap dirinya bahkan bom yang meledak dekat dengan dirinyapun Hitler seolah tidak terkena dampak dari ledakan bom tersebut dan apakah itu kebetulan ?   Jawaban adalah tidak. Karena ia memilki instink terhadap bahaya yang akan mengancam keselamatan dirinya atau bahkan pasukannya.

Atau mungkin saja pernah mendengar kejadian hilangnya senjata atau perlengkapan perorangan milik prajurit TNi di suatu tempat misalnya di sungai ataupun di tempat lain lalu ketika diadakan pencarian dengan "kacamata lahir" maka akan membutuhkan waktu yang sangat lama akan tetapi kalau kita gunakan pencarian dengan memanfaatkan individu indigo tadi paling tidak kita dapat menghemat waktu atau bahkan dapat menghemat financial.

Dari banyak sumber diperoleh informasi bahwa badan intelijen Israel, Mozad juga sering memanfaatkan kemampuan kaum indigo dalam mempersiapkan atau bahkan melaksanakan suatu operasi intelijen. Pemanfaatan potensi kaum indigo ini misalnya digunakan saat penyusunan rencana operasi intelijen, para indigo akan diminta untuk memberi saran dan pendapatnya tentang operasi itu kemudian rencana dan pelaksanaan operasi intelijen tersebut akan disusun dengan sangat memperhatikan saran dan pendapat kaum indigo yang dipekerjakaan sebagai staf di mozad tersebut.

Dan masih banyak lagi cerita dari berbagai tempat tentang kemampuan dan pemanfaatan kemampuan indigo tersebut khususnya dalam mendukung tugas-tugas badan pemerintah atau organisasi non pemerintah. Yang intinya kemampuan kaum indigo adalah potensi yang ada dalam masyarakat yang dapat digunakan demi kepentingan banyak orang.


Kajian akademis indigo.
Secara akademis, kemampuan indigo sudah diteliti dan digolongkan sedemikian rupa sehingga manusia sudah dapat memanfaatkan kemampuan tersebut sesuai kemampuannya seperti diantaranya :

1)Telepati. Telepati adalah kemampuan membaca pikiran dan perasaan manusia atau makhluk lain. Sering dihubungkan dengan cakra mata ketiga. Cakra adalah semacam lubang hitam (black hole) pada jiwa kita. Posisinya terletak di depan kepala (dahi). Mata ketiga tersebut pada tubuh kita terletak di otak bagian depan. Secara fisik berupa ujung-ujung syaraf di kulit luar otak yang berperan sebagai sensor gelombang yang datang.

Setiap kali orang berpikir dan beremosi maka otak akan memancarkan gelombangnya. Gelombang berfrekuensi rendah ini merembet dan memantul ke sana kemari dengan kecepatan cahaya kemudian diindra oleh sensor di otak orang indigo dan diolah jadi gambar.

Kemampuan membaca pikiran dan perasaan (menangkap gelombang) dimiliki hampir semua orang Indigo,termasuk juga anakIndigo yang masih bayi. Sedangkan kemampuan berkomunikasi jarak jauh mengirim gelombang hanya dimiliki oleh orang Indigo tertentu saja.

2) Klervoyans. Kemampuan untuk melihat kejadian yang sedang berlangsung di tempat lain. Sama seperti pikiran dan perasaan yang memancarkan gelombang, setiap peristiwa di alam juga memancarkan gelombang.

Gelombang tersebut dipancarkan oleh setiap makhluk yang terlibat dalam peristiwa itu, bahkan benda mati sekalipun memancarkan gelombang dari gerak elektron pada atom dan getaran molekulnya.

Kemampuan ini meliputi juga kemampuan melihat benda-benda yang tersembunyi atau berada di suatu tempat yang tertutup

3) Prekognision. Hal ini berhubungan dengan kemampuan memprediksi dan membuat peristiwa yang akan terjadi. Memprediksi peristiwa artinya menggambarkan sebuah kejadian yang akan terjadi sedangkan membuat peristiwa maksudnya menetapkan kejadian yang akan terjadi di masa depan.

Kemampuan untuk menetapkan suatu peristiwa di masa depan termasuk kemampuan sulit yang jarang dimiliki oleh orang Indigo secara umum.

Prediksi diperoleh dengan 2 cara, yakni dengan melihat langsung kejadian yang sedang berlangsung di masa depan atau membaca dan menyimpulkan data-data yang ada di masa sekarang dan menyimpulkan sebuah kemungkinan terbesar yang akan terjadi di masa depan.

Cara pertama dilakukan dengan jalan mengembara di dimensi waktu. Rahasianya terletak pada keanehan sifat dimensi waktu. Dimensi waktu tidak berbentuk linier seperti dimensi ruang, tapi berbentukl spiral dengan arah putaran ke dalam dimensi ruang. Anda bayangkan tangga berputar berbentuk spiral di dalam sebuah gedung.

Karena arah putaran spiral dimensi waktu mengarah ke dalam dimensi ruang, maka pancaran gelombang yang dipancarkan sebuah peristiwa di masa lalu atau masa depan bukan berasal dari luar tubuh tapi dari dalam tubuh.

Meskipun datangnya gelombang dari dalam tubuh diperlukan usaha lebih keras menangkap gelombang ini karena sifat dimensi waktu yang bisa melebar dan menyempit tak terbatas (tidak berhingga). Inilah yang disebut mengembara di dimensi waktu.

Namun di dalam dimensi waktu terdapat sebuah jalan pintas, yakni adanya dawai kosmik yang terletak memotong spiral waktu.

Anda bayangkan sebuah lift yang memotong tegak lurus arah putaran tangga spiral tadi. Perjalanan dengan menggunakan lift pasti lebih cepat dibandingkan dengan menuruni tangga berjalan berputar.

Pada prakteknya mengembara di dimensi waktu bagi seorang Indigo cukup dengan konsentrasi dan membayangkan suatu waktu (Tahun, bulan, tanggal, atau jam) tertentu gambarannya bisa berupa kalender dan sebuah jam, dan melihat apa yang terjadi pada saat itu. Akan lebih mudah kalau ada orang / saksi yang diketahui terlibat pada peristiwa itu.

4) Retrokognision. Berhubungan dengan kemampuan melihat dan membuat peristiwa di masa lampau. Yang dimaksud dengan kemampuan membuat peristiwa adalah menetapkan suatu kejadian di masa lampau dan itu berpengaruh kepada masa sekarang. Hal ini juga berhubungan dengan spiral dimensi waktu.

Kemampuan ini sangat jarang dimiliki oleh orang Indigo karena jarang dipergunakan. Yang umum dilakukan oleh orang Indigo adalah melihat kejadian di masa lalu untuk menjelaskan suatu keadaan yang ada di masa sekarang.

Biasanya yang dicari adalah sebab-sebab suatu kejadian, siapakah orang-orang yang terlibat dan bagaimana proses terjadinya.
5) Mediumship. Orang Indigo mempunyai kemampuan untuk menggunakan ruhnya dan ruh orang atau makhluk lain sebagai medium. Orang Indigo mampu berkomunikasi dengan ruh untuk menggali informasi.

Ruh adalah gumpalan energi hidup yang berstruktur (badan, kepala dan anggota badan ruh). Ruh menyimpan kenangan seperti halnya tubuh manusia dengan otaknya. Kenangan yang direkam oleh ruh berasal dari pengetahuan dasar yang bersifat idealis (berasal dari Sang Sumber) dan sudah ada sebelumnya serta pengalaman yang bersifat realistis hasil perjalanan selama hidup bersama tubuh.

Melihat makhluk dan berkomunikasi dengan makhluk lain yang tidak terlihat tapi berada di dimensi kita termasuk dalam kemampuan ini.

6) Psikometri. Bermakna kemampuan menggali informasi dan berkomunikasi dengani objek apa pun. Hal ini dimungkinkan karena setiap benda terdiri dari susunan atom yang membentuk molekul.

Molekul pada benda padat, gas atau cair bergetar dan getarannya menghasilkan gelombang. Molekul dan atom itu juga dapat menyimpan rekaman suatu peristiwa. Rekaman ini bisa digali dan dibaca.

7) Sugesti hipnosis. Orang Indigo yang tidak belajar hipnosis bisa menghipnosis dengan kemampuan telepatinya. Walaupun proses sugestinya berjalan lamban namun bersifat permanen dan bisa diwariskan.

8) Analitik. Kecerdasan (IQ) orang Indigo rata-rata di atas 120. Kelebihan dari orang biasa adalah kemampuan analisa data secara cepat, luas dan kontinyu. Data-data yang tersebar dan acak akan dikumpulkan dan saling dihubungkan dengan cepat.

Sebuah kesimpulan atau jawaban atas sebuah pertanyaan atau permasalahan bisa diperoleh oleh seorang Indigo hanya dalam waktu beberapa detik, terutama yang berhubungan dengan analisa kejadian alam.

Kemungkinan ini berhubungan dengan kapasitas dan kemampuan proses di otak yang lebih besar dari orang umum.

9) Telekinetik.Telekinetik artinya menggerakkan benda dari jarak jauh. Pada umumnya berhubungan kuat dengan kemampuan telepati seperti sugesti hipnosis.

Merubah perilaku orang lain dengan mengubah susunan genetik pada spiral DNA dan menggerakkan sel, kelenjar atau organ tubuh dalam sistem metabolisme tubuh. Kemampuan untuk menggerakkan benda dengan massa besar tidak umum dimiliki oleh orang-orang Indigo.

Seluruh kemampuan diatas tentunya tidak seluruhnya dimiliki oleh seorang Indigo. Pada umumnya memiliki satu atau dua kemampuan saja. Namun apabila terus dilatih semua kemampuan akan bisa dimiliki karena pada dasarnya hal itu sudah ada pada setiap Indigo sedangkan untuk orang yang bukan indigo kemampuan ini juga bisa diperoleh dengan latihan keras dan disiplin, namun seringkali hambatannya juga sangat besar.

Pada Umumnya kemampuan-kemampuan tersebut tidak membuat orang indigo menjadi arogan dan berbuat semaunya atau melakukan kejahatan terhadap makhluk lain. Para kaum indigo umumnya merasa bahwa kemampuannya adalah titipan Tuhan yang harus dipertanggung-jawabkan, pada bagian inilah yang membedakan para kaum indigo dan "dukun santet" atau mereka yang menggunakan kekuatan gaib untuk melakukan kejahatan. Mungkin saja mereka lebih percaya ungkapan berikut ini: “Kekuatan yang lebih, menuntut tanggung jawab yang lebih pula”.


Saran pemanfaatan.
Setelah secara singkat penulis memberikan penjelasan tentang pemanfaatan kemampuan para indigo, maka sekiranya dapat penulis angankan jika potensi ini dapat dimanafaatkan di daerah operasi misalnya, karena secara kasat mata mereka dapat melihat dan membaca beberapa saat kedepan sebelum sesuatunya terjadi bahkan dapat memastikan aman atau tidaknya melakukan suatu kegiatan yang bahaya sekalipun untuk dirinya bahkan satuannya.

Penulis sadar efektifitas pemanfaatan individu ini bukan tidak mustahil akan mendapat resistensi / penolakan atau bahkan akan mendapatkan cemoohan dan ketawaan minor karena hal ini sesungguhnya berkaitan dengan dua pemikiran alam yang berbeda, orang bisa mempersepsikan terhadap kaum ini adalah penggemar klenik, penggemar kirduk atau hal lain semacam itu,

Untuk itu maka pada tulisan ini penulis menyarankan sebagai berikut :
1) Satuan atas dalam hal ini Kementerian Pertahanan RI dapat mempertimbangkan ide pemanfaatan potensi kaum indigo sebagai salah satu upaya pertahanan NKRI dalam perspektif sistem pertahanan semesta dimana negara dapat menggunakan semua potensi bangsa baik yang berhubungan dengan militer sebagai kompartemen utama pertahanan NKRI atau pontensi-potensi lainnya yang ada dalam masyarakat kita.
2) Melalui lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan milik TNI yang ada dapat diteliti dan dikembangkan potensi para indigo sebagai potensi pertahanan yang kemudian dapat dikembangkan menjadi suatu sistem senjata non militer yang bebasis pada pertahanan rakyat dengan kemampuan dan kearifan lokal yang sudah lama mengakar pada bangsa Indonesia.
3) Melalui satuan kewilayahan potensi kaum indigo dalam masyarakat dapat dihimpun (didata dan diolah) menjadi potensi nyata masyarakat yang jika di organisir atau dieksploitasi demi kepentingan nasional maka dapatlah dibentuk organisasi yang berada dibawah Kementerian Pertahanan RI atau TNI yang bertujuan membantu pertahanan nasional dari sisi militer.
4) Mengkaji pembentukan satuan/unit indigo guna merealisasikan rencana diatas

   
Demikianlah tulisan ini saya buat semoga hal ini dapat dijadikan pertimbangan bagi para pembaca untuk memanfaatkan individu-individu yang memilki instuisi tinggi dalam rangka pencapaian tugas yang diberikan.